Sep 28, 2020

Salah...

  Aku memang salah, seharusnya aku tau, bahwa tidak semua orang seperti itu, mengapa tidak pernah kau beritahukan padaku bahwa semua persepsiku terhadapmu selama ini salah? Sekarang aku sadari, bahwasanya kamu adalah yang terbaik yang pernah kumiliki...

Aku selama ini membencimu..karena kupikir kau pergi meninggalkanku dan aku menganggapnya serius.. Aku benar benar bodoh!! Jika saja aku sadari lebih awal, mungkin aku tak akan merasa bersalah dan membencimu, aku ingin miliki dirimu seutuhnya, aku ingn kau selalu berada di sisiku..

Jadilah orang yang buatku bahagia, saat kau mengatakan hal itu, rasanya aku ingin menangis, tak kusangka kau akan mengatakan hal seperti itu..

Jika aku pergi untuk meninggalkanmu untuk waktu yang lama bahkan sampai bertahun-tahun, aku ingin kamu tetap ingat aku dan sadari bahwa kamu memiliki sahabat, yaitu aku..

Mengapa? Karena aku tahu dan percaya bahwa dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan..perpisahan itu dapat datang dengan cepat ataupun lama setelah pertemuan itu datang. Segalanya akan berputar kembali, pertemuan kemudian perpisahan, kemudian pertemuan lagi, dan begitu seterusnya hingga kita benar-benar pergi dari dunia ini. 

Apa kamu tahu? Aku sebenarnya sangat tidak ingin perpisahan datang di pertemuan kita yang sudah berlangsung selama 3 tahun ini. Apakah perpisahannya akan lebih lama dari 3 tahun? Jawabannya, tidak tahu karena itu belum terjadi dan semoga tidak akan pernah terjadi..

Jika perpisahan itu benar-benar datang, aku akan selalu sertakan diriku dalam dirimu, dalam pikiranmu, dalam hatimu, dalam aktivitasmu, dalam segala-galanya dari dalam maupun luar dirimu, dan aku akan doakan dirimu untuk yang terbaik..

No comments:

Post a Comment

Something That was Meant to Be Everything (not Again)

Hi, you. How have you been lately? I hope you're always right.   You know what surprises me till now? It's you that's still nagg...